Analisa usaha budidaya jamur tiram. | |||||||||||||||
Biaya pembuatan kumbung 10.000 Baglog | Rp | 2.000.000 | |||||||||||||
Biaya pembelian bibit 1.500 X 10.000 | Rp | 15.000.000 | |||||||||||||
Biaya instalasi dan pemasangan pipa air | Rp | 150.000 | |||||||||||||
Biaya pegawai tetap | Rp | 500.000 | |||||||||||||
Listrik | 150.000 | ||||||||||||||
Biaya Transportasi (6 bln) | Rp | 250.000 | |||||||||||||
Biaya Produksi | Rp | 18.050.000 | |||||||||||||
Kemampuan tumbuh jamur setiap baglog | |||||||||||||||
0,4 X 1,80 kg = 0.72 kg/baglog | |||||||||||||||
0,72 X 10.000 = 7200 kg | |||||||||||||||
Jika harga jual jamur tiram di pasar per kilogram Rp.10.000,- | |||||||||||||||
maka Rp.10.000,- x 7.200 kg = Rp.72.000.000,- perolehan kotor penjualan jamur tiram segar | |||||||||||||||
Penghasil Kotor – Biaya Produksi = 72.000.000 – 17.800.000 (Modal THP 2) | |||||||||||||||
Keuntungan bersih (6 bln) = 53.950.000 |
Pesan-Pesan
Minggu, 19 Oktober 2014
Analisis Usaha Budidaya Jamur Tiram
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar