Pesan-Pesan

Minggu, 09 Maret 2014

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah :
  • Sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman.
  • Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman.
  • Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan.
  • Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.
Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu
  • Mmampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.
  • Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga.
  • PGPR juga bisa memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tumbuhan.
CARA PEMBUATAN PGPR
ALAT DAN BAHAN:
  • 100 gr akar bambu
  • 400 gr gula pasir
  • 200 gr trasi
  • 1 kg dedak halus
  • 10 lt air
  • Penyedap rasa secukupnya
CARA MEMBUAT:
  • Rendam akar bambu dalam air matang dingin 2-4 hari
  • Rebus bahan 2 s/d 6 sampai memdidih selama 20 menit
  • Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen dan tutup rapat
  • Buka dan kocok-kocok sehari sekali
  • Setelah 15 hari PGPR siap digunakan
CARA MENGGUNAKAN:
  • Saring PGPR
  • Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air 1 tangki
  • Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
  • Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali
Comments

Prospek Agribisnis 2014, Peluang Komoditas Ekspor dan Substitusi Impor






Tahun 2014 hanya satu tahun, dalam ekonomi itu hanya short run. Jangka waktu satu tahun itu hanya semusim untuk komoditas tertentu dan dua musim untuk komoditas lainnya. Artinya kita tak akan melihat perubahan teknologi yang terlalu signifikan, juga tak  akan ada perubahan besar pada luasan lahan, tambahan kapital, dan tenaga kerja,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA.
Bagaimana memprediksi prospek agribisnis 2014?
Ada baiknya kita lihat secara global dan nasional, baru di tingkat agribisnis. Secara global masih berada pada ekor krisis global yang dimulai di Amerika Serikat pada 2008. Lalu berimbas ke Eropa, meluas ke China, India, dan negara dunia ketiga termasuk Indonesia. Selama 5 tahun ini dampak krisis global di dalam negeri ada tapi tak terlalu signifikan. Boleh dikatakan tak sampai merusak perekonomian tapi hanya membuat penyok. Krisis hanya mengubah pertumbuhan ekonomi kita dari 6% plus ke 5% plus. Kita bersyukur negara kita sudah begitu tangguh menghadapi keadaan itu.
Di level nasional, populasi tetap tumbuh 1,5% atau bertambah 3,6  juta jiwa. Pertambahan penduduk ini dari sisi agribisnis adalah potential market. Ini memberi dampak positif pada agribisnis. Pertumbuhan ekonomi masih di atas 5% berarti ada peningkatan pendapatan yang berdampak naiknya permintaan komoditas agribisnis.
Tahun depan juga ada hajatan besar, pemilihan legislatif dan presiden. Hipotesa saya, pencairan bujet pemerintah akan lebih cepat untuk membiayai hajat besar itu. Barangkali belanja pemerintah hanya naik sebesar rata-rata seperti biasanya, tapi pencairan makin cepat. Selain itu, pembelanjaan dari parpol, caleg, dan capres juga meningkat sehingga konsumsi naik. Ini satu faktor penambah demand yang beda dari tahun-tahun sebelumnya atas produk-produk agribisnis.
Jadi ada pemicu dalam negeri yang membuat pertumbuhan permintaan produk agribisnis. Pertanyaannya, jika konsumsi produk agribisnis dalam negeri bertumbuh karena pertambahan penduduk, peningkatan pendapatan, serta hajatan pileg dan pilpres, siapa akan mengisinya? Ingat, kita sudah menganut ekonomi terbuka, kebutuhan itu akan diisi agribisnis dalam negeri atau impor. Ini banyak tergantung kebijakan pemerintah.
Kebijakan yang mana?
Terutama kebijakan perdagangan dan keuangan, khususnya exchange rate (nilai tukar). Perkiraan saya, nilai tukar kita pada 2014 berkisar Rp 11.000 – Rp12.000 per US$, naik lebih dari 20% dibandingkan 2012. Perubahan ini tak hanya berdampak pada agribisnis, tapi juga ke non-agribisnis. Dan memang perubahan nilai tukar itu dampak kebijakan masa lalu. Kebijakan BI dari dulu cenderung bias membuat nilai tukar rupiah yang secara artifisial tinggi dibandingkan mata uang asing mitra dagang kita. Kebijakan ini untuk membantu sektor industri yang membutuhkan itu. Kini sedang terjadi koreksi pasar terhadap bias tadi.
Jadi dengan perubahan dari Rp8.500 jadi Rp11.000 – Rp12.000 per US$ akan terjadi realignment (penyesuaian kembali) dari komposisi impor dan ekspor, termasuk di bidang agribisnis. Kita juga perlu penyesuaian kembali pada impor energi. Pertanyaan kita, apakah pada 2014 pemerintah mulai lebih serius melaksanakan, bukan hanya memikirkan, pengembangan energi terbarukan? Tuntutan itu makin lama akan makin kuat dan jika tak dilaksanakan akan lebih menyulitkan perekonomian kita. Ini merupakan salah satu indikator bahwa biodiesel dan bioetanol akan lebih prospektif pada 2014 dan masa akan datang.
Jadi faktor apa paling berpengaruh?
Yang paling mempengaruhi agribisnis pada masa mendatang adalah perubahan nilai tukar rupiah. Sebenarnya beberapa tahun belakangan ini agribisnis sudah dirugikan dengan kebijakan nilai tukar rupiah yang artifisial kuat. Dengan kebijakan itu desakan impor akan makin menguat dan tak mengherankan jika beberapa tahun belakangan ini kita dibanjiri produk pangan impor. Agribisnis dalam negeri jadi korban kebijakan yang bias melalui nilai tukar rupiah yang artifisial kuat untuk membantu sektor non-agribisnis. 
Dalam kaitan dengan nilai tukar mata uang ini, agribisnis bisa kita kelompokkan menjadi:  agribisnis pengekspor, agribisnis pengimpor, agribisnis yang kadang-kadang mengimpor dan mengekspor. Dengan nilai tukar rupiah melemah ini kita masuk agribisnis pengekspor yang sebagian besar produsen akan mendapat ‘durian runtuh’, terutama produk orientasi ekspor, seperti sawit, karet, kakao, kopi, dan teh. Kebalikannya terjadi pada komoditas impor, seperti beras, jagung, kedelai, gula, garam, dan sapi akan berkurang. Itu artinya bila impor berkurang dan harga naik, maka produksi dalam negeri akan meningkat. Dan secara umum harga produk agribisnis cenderung meningkat di masa akan datang.
Jadi agribisnis pada 2014 akan memberi kesempatan bagi komoditas ekspor dan substitusi impor. Tergantung pada pelaku agribisnis, petani dan pengusaha, memanfaatkannya. Kita berharap pemerintah tak membuat kebijakan yang bertentangan dengan prospek yang lebih baik buat agribisnis yang sudah lama menderita.

Kamis, 02 Januari 2014

SMS 081235651111 untuk tahu awal waktu tanam dan prakiraan iklim.

Kementrian Pertanian menyediakan SMS centre pada nomor 081235651111 untuk mengakses info tersebut. Petani hanya diharuskan mengirim SMS dengan format INFO(spasi)KATAM(spasi)NAMA KECAMATAN dan dikirim ke SMS centre dengan tarif reguler.

Latar Belakang
Perubahan iklim merupakan gejala alam yang telah terjadi di tingkat global, regional, maupun lokal. Salah satu dampaknya adalah perubahan awal dan akhir musim tanam yang sangat berpengaruh terhadap pola tanam, luas tanam, dan produksi tanaman.
Akibat perubahan iklim, hampir setiap tahun petani berhadapan dengan pergeseran musim terkait dengan perubahan pola curah hujan. Selain itu, tidak jarang pula petani berhadapan dengan kondisi iklim yang ekstrim, baik kering (El-Nino) maupun basah (La-Nina). Kondisi iklim tersebut, memicu ancaman banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berakibat pada penurunan produksi tanaman, bahkan gagal panen.
Perubahan pola curah hujan harus menjadi perhatian serius dalam mengatur pola termasuk waktu dan luas tanam, agar kesinambungan produksi dan kemandirian pangan nasional tidak terancam. Untuk itu, sangat diperlukan suatu pedoman berupa “Kalender Tanam Terpadu” yang didukung dengan sistem informasi berbasis web yang handal.

Definisi
Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir, potensi serangan OPT, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai (pada lahan sawah irigasi, tadah hujan dan rawa) berdasarkan prakiraan iklim.
Manfaat dan Sasaran
  1. Menentukan waktu tanam setiap musim (MH, MK-1 dan MK-2).
  2. Menentukan pola tanam, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan.
  3. Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan.
  4. Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian petani akibat banjir, kekeringan dan serangan OPT. Sistem Informasi Kalender
Tanam Terpadu disusun secara sederhana agar mudah dipahami oleh pemangku kepentingan, penyuluh, dan kelompok tani dalam mengatur kalender dan pola tanam sesuai dengan kondisi iklim.


Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Kementerian Pertanian

Jl. Ragunan 29, Pasar Minggu, Jakarta 12540, Indonesia
Telp. : 021-7806202
Fax. : 021-7800644
email: sekretariat@litbang.deptan.go.id
www.litbang.deptan.go.id


Kalender Tanam Terpadu Kec. Binuang





Ketahui Cuaca dan Iklim dengan SMS

Berikut adalah beberapa petunjuk singkat layanan SMS BMKG
SMS dikirim ke nomor 2303 tarif Rp.550/SMS
Fasilitas SMS BMKG hanya bisa digunakan bagi pengguna Indosat dan Telkomsel



Cyber Extension untuk Penguatan Penyuluhan Pertanian*)


Cyber Extension untuk Penguatan Penyuluhan Pertanian*)

11:30 WIB | Senin, 16 September 2013 | Opini | Penulis : Ahmad Soim
Oleh : Dr. Zahron Helmy
Tulisan ini mencoba untuk memperoleh jawaban bagaimana mengatasi lambatnya perkembangan sistem informasi pertanian melalui cyber extension dan bagaimana mendorong kesiapan penyuluh dalam memanfaatkan cyber extension? Sekaligus mencari dan menemukan strategi yang tepat dalam memanfaatkan cyber extension untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.
Tentang kesiapan penyuluh menggunakan sistem informasi cyber extension, dari hasil penelitian saya dengan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM/ Model Persamaan Struktural),  diketahui bahwa penyuluh di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bekasi relatif belum memanfaatkan cyber extension.
Hal ini dikarenakan sebagian besar penyuluh belum mampu mengoperasionalkan komputer dengan jaringan internet. Terbatasnya perangkat cyber extension, bahkan sebagian besar BP3K belum ada fasilitas listrik, jaringan telepon, buruknya jaringan koneksi, ditambah dengan informasi yang dipublikasikan tidak terbarukan, menyebabkan cyber extension belum mampu memberikan solusi informasi bagi pemenuhan kebutuhan penyuluhan dan kebutuhan pelaku utama dalam berusahatani.
Penyelenggaraan cyber extension relatif belum berjalan secara efektif dan efisien. Terjadi "redundant" data, duplikasi kegiatan, dengan kualitas data yang dikumpulkan relatif masih rendah, belum sesuai kebutuhan, belum tepat waktu dan tidak up to date. Sistem umpan balik tidak berjalan optimal, pemanfaatan data/informasi di tingkat daerah (kabupaten/kota) untuk advokasi, perencanaan program, monitoring dan evaluasi relatif masih rendah.
Lambatnya perkembangan pemanfaatan cyber extension dikarenakan ketidaksiapan sumberdaya manusia pertanian/penyuluhan dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk penyuluhan. Kurangnya sumberdaya manusia yang kompeten dalam pengelolaan cyber extension baik dalam pengoperasionalisasian perangkat termasuk perawatan dalam rangka keberlanjutan, maupun kemampuan metodologi penyuluh dalam menyusun, mengemas kembali materi penyuluhan, menyebabkan sistem informasi melalui cyber extension menjadi tidak optimal. Kondisi ini diperlihatkan dari hasil penelitian kepada penyuluh pertanian di Kabupaten Bekasi dan kabupaten yang sebagian besar belum mampu mengoperasionalkan komputer dan internet dan belum mampu menyusun dan mengemas informasi menjadi materi penyuluhan yang sesuai kebutuhan.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, permasalahan yang ingin diperoleh jawabannya dalam penelitian ini adalah bagaimana mengatasi lambatnya perkembangan sistem informasi pertanian melalui cyber extension dan bagaimana mendorong kesiapan penyuluh dalam memanfaatkan cyber extension? Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menemukan strategi yang tepat dalam upaya optimalisasi sistem informasi pertanian melalui cyber extension dan meningkatkan kesiapan penyuluh pertanian dalam memanfaatkan cyber extension untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.

Sumber  :  http://tabloidsinartani.com/content/read/cyber-extension-untuk-penguatan-penyuluhan-pertanian/

Rabu, 01 Januari 2014

Hari Kedua

alhamdulillah.... bangun pagi udah sholatan ,  sdh cuci muka walau blm  nyuci baju....wah wah  badan trasa segar mas bro, fikiran jg tenaaaang bngt,  si bench sdh nunggu nih buat didudukin sambil baca brita2 pagi, nulis nuliis, update data...eh status hehe..., perlengkapannya nih jangan lupa,  kopi ....weleh2 ini kopi penting biar darah mengalir deras ke otak, otak jd tokcer mikir bro. kopi mmng no.1 trus yg keduanya  ni temennya si kopi yaitu si r*kok...maaf sodara2 si no.2 ini mmng susah bangets di tinggal padahal ane sdh dari tahun lalu mencanangkan th ini ni sbg kawasan bebas dia, hiks nampaknya msh ada masalah deh (masalah sering didefinisikan dg "gap antara realitas dan keinginan ...xixi ... payah payah),  tp jgn keras keras ntar kedengeran para estri2 kita lho, yg no.1 itu ttp mereka khannn (kayak iklan kecap ya, slalu always no.1...xixixi tp pernyataan ini bnr2 dari lubuk hati yang paaaling dalam.... ssstt... siapa tau di baca). 
Ngomongin kopi dan sodaranya jd ingat lagu bang iwan .. jreng.. " segelas kopi sebatang r*okok, segurat catatan yg tersimpan, perempuan malam menunggu malam ... ),  stop stooop! ... maaf sorry kita pencet pause dulu, eh ada yg penting mas bro, coba perhatikan bait lagu bang iwan ini ... ada kopi..., ada r*kok...., ada catatan....,  naaaah ini dia mas booooy ...catatan . ini yg bikin ganjalan dari kmaren, catatan ... itu penting lo mas boy eh mas bro.... ini sdh hari kedua,  catat! kita  blm pada bikin catatan,  ...catatan apa ya den bagus ?.... ituuu catatan ttg destinasi kita tahun ini lho (jd kaya mas vicky saia)....iya destination itu lho... tentang tujuan tahun  ini apaa, nih misal th kmaren blm pada punya istri ni maka bikin catatan 1. bulan enam ntar  hrs punya istri.... hehe, bagi yg blm punya momongan tuliiis th ini hrs mulai menghamili  (istri kita maksudnya...), bg yg blm pada ngaji tuliiis tahun ini mau ikut program ODOJ ... apa tuh, itu bro One Day One Juz woooow keren..., bisa?,  bisa lho ... ngechat aja tahan 2 jam sampai jempol cenut cenut nyemut...hehe, trusss yg blm punya kebun tuliiis th ini pengen kredit kebun ( wkkk...kalo ada sih yg kreditan tanpa bunga). ini mas boy.... penting.... plan itu  penting asal jg plaaaan melulu, coba kita ingat plajaran SMP dulu  ...POAC.... planning organizing actuating en controlling ....cie ...nggak tau nih bener atau gak tulisannye,  pokoknya begitu lah....manajemen ya....,  ya penting itu, kata para begawan perencanaan sih. 
Nah skarang ambil buku baru....yg yg lama jg boleh, tulis dibagian belakangnya aja harapan2 kita tahun ini, target2 perbaikan  .... kalo perlu pake SWOT juga, ituuu  buat ngukur positioning kita, biar kita tau berada di kuadran berapa utk ngambil langkah berikutnya ....manajemen strategis a kalo para the master bilangnya.... kecantikan ilmu yg njelimet xixi...,  mumpung baru hari kedua januari lho dan jgn lupa perkataan om bob sadino " jangan banyak merencanakan, melangkahlah...." !

ok mas brosdh dulu,mau  mandi dulu nih .... siap ngantor... cie...

2nd Jan 2014, bench